Populasi Sapi Potong Kian Menyusut

Integrasi perkebunan sawit denga ternak sapi di kabupaten Dharmasraya, Sumatera barat. (Dok.

Integrasi perkebunan sawit denga ternak sapi di kabupaten Dharmasraya, Sumatera barat. (Dok.

Populasi sapi potong di Indonesia dalam dua tahun terakhir ini kian menyusut. Berdasarkan data Kementrian Pertanian, populasi sapi potong nasional 2013 sebanyak 12,69 juta ekor. Pada 2014 berada pada kisaran 12,5 juta ekor. Penurunan populasi sapi ini disebabkan karena kebijakan pemerintah dalam membatasi volume impor sapi bakalan.

Kementrian Perdagangan telah mengeluarkan izin impor sekitar 50 ribu ekor pada kuartal III (Juli-September) tahun ini. Jumlah ini jauh di bawah angka 250 ribu ekor yang diimpor pada kuartal II. Izin impor pada kuartal kali ini dinilai terlalu rendah.

Ketua Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia (NAMPA) Ishana Mahisa, Rabu (15/7), di Sentul, mengungkapkan, dalam waktu lima tahun lagi dipastikan Indonesia menjadi importir sapi 100 persen. “Kebijakan pemerintah membatasi impor sapi tentu akan berdampak terhadap pemotongan sapi lokal,” katanya.

Menurutnya, impor sapi dalam jumlah besar bukan berarti kita tidak mendukung swasembada daging sapi. Impor sapi dilakukan untuk memberi kesempatan peningkatan populasi sapi lokal. “Jika impor dibatasi sementara kebutuhan daging meningkat, dapat berakibat terjadinya pemotongan sapi lokal secara besar-besaran, termasuk betina produktif,” jelasnya.

Pada pemerintahan sebelumnya terhitung telah empat kali gagal swasembada daging sapi. Bahkan, menteri pertanian Suswono sebelum mengakhiri masa jabatannya sempat mengatakan, kegagalan swasembada daging sapi akibat salah hitung. “Kita tidak akan pernah berhasil swasembada daging jika pemerintah (sekarang) tidak belajar dari kegagalan sebelumnya,” kata Ishana.

Ishana mengatakan, sebaiknya pemerintah berupaya membenahi sektor hulu (pembibitan). Pemerintah harusnya bisa menyediakan bibit sapi yang berkualitas sehingga populasi sapi bisa meningkat. Dengan demikian, jangka pendeknya adalah dengan memproduksi betina unggul sebanyak-banyaknya sesuai dengan genetik dan alam Indonesia. “Sapi seperti sekarang ini sulit untuk menjamin ketersediaan industri hilir (pengolahan) di Indonesia,” katanya.

Pola pemeliharaan sapi di Indonesia pada umumnya masih menerapkan sistem lama. Jumlah ternak yang dipelihara satu orang peternak berkisar antara 1-10 ekor. “Sebagian besar peternak didominasi oleh peternakan rakyat yang minim pengetahuan tentang pakan, genetik, penyakit, dan good manifacturing practice (GMP),” ujarnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s