Balitnak “Menelurkan” Bibit Unggul Ayam Sentul Terseleksi

 

9535a181-840a-4760-bd14-7052c4140dc8

Sentul Terseleksi hasil penelitian Balitnak (Dok. Ade)

BALAI Penelitian Ternak (Balitnak)  kembali “menelurkan” bibit unggul ayam Sentul Terseleksi (SenSi).  Ayam SenSi ini adalah ayam unggul kedua karya Balitnak setelah ayam KUB. 

Ayam Sentul merupakan salah satu satu jenis ayam asli Indonesia yang berasal dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Keunggulan rumpun ayam ini adalah pertumbuhannya relatif cepat sebab itu sangat baik bila dimanfaatkan sebagai industri kerakyatan ayam lokal penghasil daging.

edit3

Prof. (Riset). Sofjan Iskandar (Dok Pribadi).

Ayam Sentul Terseleksi (SenSi) merupakan hasil seleksi yang dilakukan seorang peneliti senior bernama Sofjan Iskandar. Profesor Riset dari Balitnak ini melakukan seleksi sejak tahun 2010. Dibandingkan ayam lokal lainnya, pertumbuhan berat badan ayam SenSi lebih cepat ketimbang ayam kampung jenis lainnya bisa mencapai berat 1 kg dalam waktu 8-10 minggu.

Adapun kriteria seleksi yang dilakukan Sofjan Iskandar adalah: bobot badan jantan umur 10 minggu 25% tertinggi dari populasi, warna bulu abu atau pucak (putih bercak) dan jengger kacang. Ia merasa puas dengan hasil pencapian yang dilakukannya karena dapat bermanfaat bagi rakyat keci. “Semoga peternakan ayam lokal Indonesia dapat dimanfaatkan oleh rakyat kecil,” harapnya.

Kepala Balitnak Soeharsono mengatakan, potensi ayam lokal kita sangat besar dan tidak perlu diragukan keunggulannya.  “Kami sudah menciptakan galur unggul yang berasal dari negeri sendiri. Inovasi ini bisa dinikmati peternak unggas. Jadi tidak perlu diragukan keunggulan ayam hasil seleksi kami,” katanya dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pra lisensi produksi bibit ayam SenSi dengan UD Sumber Unggas, Senin (25/4) di ruang rapat Balitnak, Ciawi, Bogor.

13095779_10201843870775937_9129692190244291080_n

Kepala Balitnak Soeharsono (kanan) berjabat tangan dengan Naryamto (UD Sumber Unggas) usai penandatanganan MoU pra lisensi bibit unggul ayam SenSi (Dok. Pribadi).

Soeharsono berharap agar bibit ayam SenSi bisa disebarkan ke seluruh provnisi di TanahAir. “Langkah berikutnya adalah bagimana menyiapkan sistem perbibitan di setiap provninsi dan kabupaten,” tambahnya. Produksi bibit ayam umur sehari (DOC) ayamSenSi dari Balitnak telah mencapai 500-1.000 ekor per minggu. Ia optimis setiap daerah bisa memproduksi daging unggas sendiri dengan menggunakan bibit ayamSenSi.

Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan ayam kampung secara intensif adalah sulitnya memperoleh bibit unggul. Dalam upaya merespon kebutuhan terhadap permintaan bibit ayam kampung unggul, Balitnak telah melakukan berbagai kegiatan penelitian melalui teknologi seleksi dan sistem pemeliharaan intensif.

Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) Ade MZulkarnain menyambut baik hasil inovasi Balitnak. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Balitnak yang sangat responsif apa yang diinginkan masyarakat,” ujarnya.

b2902489-8863-4d0c-859d-c626cf612a89

Ade M Zulkarnai sedang memperlihatakan ayam SenSi (Dok. Ade).

Menurut Ade, pertemuan hari ini walaupun sudah didahului di Lampung, merupakan sejarahuntuk masa depan unggas lokal. Balitnak turut mendukung dua program Himpulisejak tahun 2009 yaitu: unggas lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri  ayam Indonesia

Untuk menjadikan unggas lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri, Himpuli menargetkan dalam waktu sepuluh tahun (2009-2019) kontribusi unggas lokal sebesar 25 persen dari total produksi unggas nasional. Sebagai salah satu pusatdomestikasi ayam dunia, Indonesia mestinya melestarikan ayam lokal. Menurut Ade, pada tahun 2009 kondisi ayam lokal sudah hampir punah.

Ia berharap agar para pembibit ayam lokal lainnya dapat mengikuti jejak UD Sumber Unggas. Sumber Unggas diharapkan memproduksi bibit DOC sekitar 100.000-160.000 ekor per bulan. “Apabila ini (bibit) sudah menyebar luas di masyarakat, saya optimis unggas lokal bisa mewujudkan cita-citanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tutup Ade.

Beberapa galur murni ternak hasil penelitian Balitnak yang telah dilisensi adalah ayamKUB (petelur), itik Mojomaster, itik Alabimaster, dan domba Compass Agrinak. Dalam waktu dekat, ayam SenSi segera dilepaskan secara resmi melalui surat keterangan menteri pertanian sebagai galur murni.

Iklan

Tentang febroni

Jurnalis
Kutipan | Pos ini dipublikasikan di Profil. Tandai permalink.

2 Balasan ke Balitnak “Menelurkan” Bibit Unggul Ayam Sentul Terseleksi

  1. Anonim berkata:

    Good on you bang Roni
    Terimakasih yah
    sofjan

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s