UNRAM dan PT Dharma Kembangkan Peternakan Sapi Potong di Sumbawa

Muhammad Abrori (kanan) dan Dahlanuddin (kiri).

Muhammad Abrori (kanan) dan Dahlanuddin (kiri).

FAKULTAS Peternakan Universitas Mataram bekerjasama dengan PT Dharma Raya Hutamajaya untuk membangun industri peternakan sapi potong di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Kerjasama itu diharapkan bisa meningkatkan pendapatan peternak di Sumbawa sebesar 30 persen.

Ketua Konsorsium Riset Ruminansia Besar Universitas Mataram (KKRB Unram) Dr. Dahlanuddin menyatakan, Unram siap memfasilitasi peternak dengan PT Dharma Raya Hutamajaya dalam mengembangkan sapi potong di Sumbawa. “Harapan kita kerjasama ini bisa meningkatan pendapatan peternak paling tidak 30 persen dari apa yg mereka alami sekarang. Selain itu, akan meningkatkan kelahiran sapi, mencegah kematian anak sapi, dan mempercepat pertumbuhan,” ujarnya.

Lebih lanjut Dahlan mengatakan, kerjasama ini sedang dalam proses dan kontraknya selama tiga tahun. Ia mengharapkan agar program ini bisa sama-sama menguntungkan. “Kerjasama dibangun dengan niat sama-sama menguntungkan: peternak untung, perusahaan juga untung,” katanya saat diwawancara di halaman depan KKRB Unram, Selasa (11/8), Mataram, NTB.

Fakultas Peternakan Unram akan mendata kelompok ternak yang ada di seluruh wilayah Sumbawa untuk diseleksi. Adapun kriteria yang akan dipilih untuk bergabung dalam program ini adalah harus memiliki ternak sapi, punya lahan, dan berorientasi bisnis. Hasil seleksi ini akan menandatangani kontrak perjanjian dengan perusahaan.

Direktur Utama PT Dharma Raya Hutamajaya Ir. Muhammad Abrori mengungkapkan, alasan memilih Sapi asal Sumbawa menjadi bahan baku untuk produk daging olahan karena bebas hormon. Sementara itu, lanjutnya, sapi dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat semua menggunkan pakan konsentrat. Sedangkan dari Sumbawa murni hijauan. “Sapi dari Sumbawa pada umumnya masih alamiah, hanya menggunakan pakan hijauan saja,” terangnya.

Abrori menilai, daging sapi di Indonesia pada umumnya memiliki kandungan kolesterol lebih tinggi 15 persen ketimbang daging sapi dari Sumbawa. Karena itu, PT Dharma Raya Hutamajaya memilih sapi dari Sumbawa untuk dijadian produk olahan daging herbal. Meski demikian, sapi dari Sumbawa yang nantinya akan dipasok ke PT Dharma Raya Hutamajaya harus diuji kandungan kolesterol dan omega 3.

Kabupaten Sumbawa memiliki sumber daya alam yang berpotensi untuk dikembangkan. Jenis sapi yang paling banyak berkembang di Kab. Sumbawa adalah sapi Bali. Sapi di Sumbawa dipelihara secara tradisional dengan model penggembalaan, sehingga memakan hijauan (rumput). “Harapan kita Sapi dari Sumbawa menjadi kebanggaan Indonesia. Kalau di Jepang ada Kobe Beef. Di sini (Indoensia) ada herbal beef. Gak usah muluk-muluk,” tuturnya seraya tertawa.

Kerjasama Unram dengan PT Dharma Raya Hutamajaya ini merupakan dukungan Departemen Perdagangan dan Luar Negeri Australia melalui lembaga Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) dengan biaya sebesar Rp 2 miliar.

“Mudah-mudahan supply bahan baku (daging sapi) dari Sumbawa bisa stabil,” pungkas Abrori.

Iklan

Tentang febroni

Jurnalis
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s