Prof. Muladno dilantik Menjadi Dirjen PKH

edit3

Prof. Muladno menyampaikan gagasannya tentang masalah perunggasan nasional pada Februari lalu di Bogor (Dok. Pribadi)

HARI ini, Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah melantik enam pejabat eselon I lingkup kementrian pertanian berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 75/M Tahun 2015. Salah satu pejabat yang dilantik adalah Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA. Guru Besar Pemuliaan dan Genetika Ternak dari IPB ini secara resmi menggantikan posisi Ir. Syukur Iwantoro, MS, MBA sebagai Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH).

Terpilihnya Muladno sebagai Dirjen PKH tentu sudah melewati berbagai tahap seleksi. Ia mengalahkan sejumlah pesaing berat, diantaranya: Syukur Iwantoro (Incumbent) dan Prof. Ali Agus (Dekan Fakultas Peternakan UGM). Itu artinya kredibilitas atau kemampuannya dalam bidang peternakan sangatlah mumpuni. Saat ini, Muladno sukses mengembangkan Sekolah Peternakan Rakyat berbasis ternak sapi sejak tahun 2014 di Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan.

Mulai hari ini, Muladno akan menjalankan tugasnya sebagai Dirjen PKH. Ia tidak hanya mengurus ternak sapi saja tetapi juga seluruh peternakan termasuk unggas. Dalam sebuah diskusi tentang perunggasan, Muladno pernah menyampaikan gagasannya dihadapan peternak, perusahaan (bibit, pakan obat), asosiasi, dll. Dalam diskusi tersebut, Muladno memberikan pandangannya dalam menengahi persoalan perunggasan nasional. Sejak tahun 2014, banyak peternak mengklaim mengalami kerugian besar akibat kelebihan pasokan ayam umur sehari/ day old chicken (DOC). Sejak itulah, banyak peternak bangkrut dan hingga kini sudah lebih dari dua kali mereka melakukan aksi demo.

Namun sayangnya, hingga kini pemerintah belum mampu menengahi persoalan ini secara tuntas.  Ketika Muladno terpilih sebagai Dirjen PKH, maka kesempatan menuntaskan sekelumit persoalan perunggasan nasional mesti dilaksanakan. Beberapa hal gagasan Muladno yang sempat saya catat adalah: 1). Bagi perusaahaan integrasi: Konsolidasi pengaturan bibit parent stock, membangun kemitraan dengan petani jagung, meneladani penerapan PERDA DKI No. 4/2007. 2) Pemerintah: pengendalian ijin masuk GGPS dan GPS, pemetaan usaha pembibitan, pembiakan, penggemukan, dan panen/pascapanen, melindungi dan menjamin pengembangan peternak berskala kecil, menjamin keterbukaan dan keadilan dalam kemitraan usaha, dan membendung masuknya produk unggas impor.

Iklan

Tentang febroni

Jurnalis
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

3 Balasan ke Prof. Muladno dilantik Menjadi Dirjen PKH

  1. Ping balik: Prof Muladno Dilantik Menjadi Dirjen Peternakan | AIPI-KIPD

  2. Anonim berkata:

    Harus dilakukan evaluasi secara periodik kinerja para direktur dan eselon dibawahnya, jangan sampai melantik para direktur yang tidak memiliki kapabilitas dan intergritas akhirnya menjadi hambatan dalam kemajuan pembangunan peternakan Indonesia.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s