Semangat Menjadikan Subang Kota Telur

Peta dan batas wilayah

Pembangunan peternakan di Kabupaten Subang kian berkembang selama lima tahun terakhir. Hal ini ditandai dengan bertambahnya jumlah pelaku usaha dan industri pembibitan unggas terintegrasi. Di kabupaten penghasil nanas ini juga mulai memproduksi telur ayam dalam skala besar.  

Kabupaten Subang merupakan salah satu kabupaten di provinsi Jawa Barat yang memiliki potensi alam yang dapat dimanfaatkan baik menyangkut lahan, hutan, pesisir dan laut. Daerah yang terletak di Pesisir Utara Laut Jawa ini mempunyai sumber kekayaan alam yang tersebar dalam tiga zona yakni pegunungan, dataran rendah, dan laut.

Luas wilayah Kabupaten Subang mencapai 205.176 hektar atau 6,3 persen dari luas wilayah Provinsi Jawa Barat. Daerah pegunungan yang berada di sebelah Selatan merupakan areal komoditas perkebunan seperti cengkeh, kopi dan teh. Selain dikhususkan sebagai dearah pertanian, daerah ini juga berfungsi sebagai daerah resapan dan penyeimbang lingkungan bagi wilayah Tengah dan Utara. Daerah perbukitan di wilayah Tengah juga adalah daerah pertanian dan lokasi pengembangan penggemukan sapi potong. Lokasi penggemukan ini dipilih lantaran dekat dengan Pasar Hewan Subang dan Pasar Hewan Purwadadi.

Penggerak pertumbuhan ekonomi di Kab. Subang terdiri dari tiga kelompok yaitu pertama, primer (pertanian dan pertambangan). Kedua, sekunder (industri pengolahan, listrik, gas, dan air bersih, bangunan). Ketiga, tersier (perdagangan, pengangkutan, keuangan, dan jasa). Sektor pertanian merupakan sektor tertinggi yang menyumbang perekonomian Kab. Subang sebesar 36,45 persen (tahun 2012) dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Pengembangan ayam lokal dan itik

Peternakan salah satu sub sektor pertanian, secara umum mengalami perkembangan yang signifikan di Kabupaten Subang. Hal ini diutarakan Kepala Dinas Peternakan Kab. Subang Rahmat Fatharrahman saat ditemui wartawan PI di ruangannya. Kemajuan peternakan di Subang, kata Rahmat, terdiri dari perunggasan dan ternak besar, khususnya sapi potong. “Bisnis perunggasan ini semakin meningkat sejak tahun 2000-an. Bahkan beberapa waktu yang lalu ada satu perusahaan yang sedang membuka kandang pembibitan baru seluas 15 hektar,” ujarnya.

Kemajuan industri perunggasan di Kab. Subang memang terlihat dari hadirnya enam perusahaan pembibitan dan budidaya broiler, yakni: PT. Central Agromina, PT. Leong Ayam Satu Primadona, PT. Bibit Indonesia, PT. Central Avian Pertiwi, PT. Multi Breeder Adirama Indonesia dan PT. Cibadak Indah Sari Farm. Sementara itu, ada empat perusahaan swasta sapi potong impor dengan produk olahan yaitu PT. Bina Mentari Tunggal dan PT. Agri Satwa Jaya Kencana, PT. Indo Java Beef, PT. Mitra Agro Sampurna. Tak hanya itu, ada dua perusahaan sapi potong lokal dengan program penggemukan yaitu Hendrik Hartono dan PO. Sugih Makmur.  Adapun perusahaan swasta sapi perah bernama PT. Danone Dairy yang terletak di Kecamatan Ciater. Kehadiran industri peternakan ini dinilai mampu menggenjot perekonomian Kab. Subang.

Meskipun terdapat banyak industri pembibitan unggas di Kab. Subang, populasi ayam potong di Subang agak  menurun. Kemitraan usaha ternak broiler di Kab. Subang mengalami penurunan pada tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2012, yaitu sebesar 1,61 persen. Jumlah peternak plasma yang menjalankan kemitraan dari 1.059 peternak pada tahun 2012 menjadi 1.042 peternak pada tahun 2013. Seiring menurunnya jumlah peternak yang melakukan kemitraan, populasi broiler juga turut menurun sebesar 1,68 persen, dari 5.077.900 ekor/siklus (tahun 2012) menjadi 4.992.600 ekor/siklus (tahun 2013).

Namun demikian, dinas peternakan Kab. Subang ingin memajukan peternakan rakyat seperti ayam bukan ras, itik, dan sapi potong. “Kalau perusahaan besar biarlah berkembang, kita hanya memberikan regulasi dan tata ruang yang tepat agar yang berkaitan dengan investasi yang mereka lakukan sesuai dengan peruntukkanya,” terang Rahmat.

Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan Kab. Subang Syarif Roy Hidayat menambahkan kita sudah menyiapkan anggaran untuk pemberdayaan kelompok tani-ternak khususnya pada ternak ayam bukan ras (buras) dan itik. Setiap kelompok akan diberikan 3.000 ayam umur sehari/day old chicks (DOC). “Tahun depan ada 3 kelompok yang akan dibantu, selain DOC dan DOD dinas peternakan juga memberi bantuan berupa gudang pakan, peralatan, mesin pengolahan pakan, penguatan kelembagaan, pelatihan, obat-obatan, studi banding, mesin tetas, dll,” ujar Roy.

Untuk merealisasikan pembangunan peternakan rakyat, dinas peternakan Kab. Subang telah membuat model pengembangan Kawasan Peternakan Unggas (Ayam Buras dan Itik). Penentuan lokasi pengembangan ayam buras ditentukan berdasarkan potensi daerah, daya dukung wilayah, potensi pasar, daya saing, daya dukung pakan, kelembagaan/SDM peternak dan aspek pendukung lainnya.

Kecamatan potensial untuk pengembangan ayam buras menyebar di seluruh kecamatan Kab. Subang dengan prioritas yakni Dawuan, Kecamatan Kalijati, Kecamatan Subang, Kecamatan Pagaden, Kecamatan Binong, Kecamatan Tambakdahan, Kecamatan Purwadadi. Sementara itu, kecamatan potensial untuk pengembangan itik berada di wilayah Pantura dengan kecamatan prioritas yakni Pagaden, Binong, Tambakdahan, Pamanukan, Pusakajaya, Pusakanagara, Ciasem, Sukamandi, Blanakan, Legonkulon.

Model pengembangan ayam lokal di Kab. Subang mengarah kepada pembesaran. Kelompok yang melakukan ini adalah Kelompok Tani Ternak Ayam Buras Dawuan Jaya (Aburda Jaya). “Aburda Jaya diharapkan menjadi pioner inti bagi ayam lokal yang mampu menyediakan DOC dan pakan untuk kelompok ternak lainnya,” kata Roy. Adapun fasilitas yang telah dibantu dinas peternakan Kab. Subang antara lain ayam lokal 600 ekor (2013), gudang pakan (2012), peralatan dan mesin pengolah pakan (2012 dan 2013).

Menuju Subang kota telur

Bisnis ayam ras petelur di Kab. Subang boleh dibilang semakin menggeliat. Meskipun belum sebanding dengan produksi telur dari Blitar, Jawa Timur. Abdul Rozak (62) yang juga pemilik 1000 Farm yakin produksi telur dari Kab. Subang akan terus meningkat tajam. Saat ini jumlah populasi ayam petelur (layer) miliknya berjumlah lebih dari 80 ribu ekor dengan produksi telur 3 ton atau setara dengan 48.000 butir telur per hari.

Abdul Rozak, pemilik 1000 Farm

Populasi layer milik Abdul Rozak lebih dari 80 ribu ekor dengan produksi telur 3 ton atau setara dengan 48.000 butir telur per hari

Harga telur yang dijual Rozak kepada pengepul sebesar Rp.16.200 per kg. Menurut Rozak harga telur ini mengikuti harga telur di pasaran yang notabene berasal dari Blitar. Telur yang diproduksi dari kandang milik Rozak lebih terjamin ketimbang telur yang berasal dari Blitar, Jawa Timur. Betapa tidak, jarak tempuh perjalanan yang terlampau jauh dapat mengakibatkan penurunan kualitas telur. Proses pengangkutan dari Subang sampai ke DKI Jakarta hanya sekitar 134 km sedangkan dari Blitar ke DKI Jakarta menempuh jarak sekitar 758 km. Penurunan kualitas telur dikarenakan mengalami guncangan yang mengakibatkan bercampurnya putih telur dan kuning telur, terjadi penyusutan dan pecah.

Lain lagi dengan Sukma, mulai menggeluti bisnis peternakan ayam petelur sejak awal tahun 2014. Semula ia mencoba bisnis broiler dengan populasi 30.000 ekor sejak tahun 2008-2010. Lantaran tidak sanggup menghadapi harga broiler yang kerap berfluktuasi akhirnya Sukma memutuskan beralih beternak layer. Kemampuannya dalam manajemen beternak layer diperoleh dari pengalamannya bekerja selama tujuh tahun di 1000 Farm. Hingga kini Sukma mampu mengurus secara mandiri 2.000 ekor ayam petelur di Kecamatan Cibogo. Dengan ukuran kandang berukuran 50 x 7 meter ini, Sukma juga dapat memperoleh keuntungan tambahan dari hasil penjualan kotoran ayam, per minggunya mencapai 30 karung. Kotoran tersebut dijual seharga Rp.10.000 per karung kepada petani sayur di Lembang dan Pengalengan. “Bisnis ayam petelur lebih menjanjikan daripada bisnis broiler,” ungkap Sukma sambil tertawa.

Sukma pemilik ayam petelur sebanyak 30 ribu ekor

Sukma pemilik ayam petelur sebanyak 30 ribu ekor

Mengikuti jejak Sukma, Arif (28) baru mulai bisnis ayam petelur tak lama setelah Sukma memulai. Jumlah yang dipelihara Arif lebih dari 500 ekor. Bahkan Arif berencana menambah populasi layer di kandang bekas milik peternak broiler yang sudah gulung tikar. Sukma dan Arif bisa mengembangkan bisnis ini tidak lepas dari bantuan seorang pegiat pembangunan peternakan di Kab. Subang bernama Fafik Doni.

Fafik mampu melakukan perhitungan yang tajam berkenaan dengan formulasi pakan pada layer. Bahkan Rozak mengakui formulasi pakan layer dikandangnya berkat bantuan Fafik. Rozak, Sukma, Arif, Fafik, dkk. memiliki visi untuk menjadikan Subang sebagai penghasil telur. Fafik yang juga pernah berkuliah di Institut Pertanian Bogor ini sering mengeluarkan gagasan dalam forum diskusi berkaitan dengan peternakan.

“Kita sering mengampanyekan makan daging dan telur. Tapi coba bandingkan konsumsi daging dan telur tersebut itu dengan konsumsi rokok atau pulsa pada masyarakat kita,” ujarnya. Saya sendiri, lanjut Fafik, masih sulit untuk mengampanyekan itu sementara rupiah yang saya habiskan untuk pulsa saja jauh lebih besar daripada konsumsi daging dan telur. “Kita tetap berusaha meskipun sulit. Subang tidak hanya dikenal sebagai kota nanas, kota rambutan tetapi juga sebagai kota telur,” ungkap Fafik dengan senyum. Febroni.

Tabel 1. Perkembangan Kemitraan Usaha Ayam Ras Pedaging Di Kabupaten Subang Tahun 2012 – 2013   

No. Uraian Tahun Pertumbuhan (%)
2012 2013
1. Jumlah Inti 36 36
2. Jumlah Plasma (orang) 1.059 1.042 1,61
3. Jumlah populasi ternak (ekor) 5.007.900 4.992.600 1,68
Rata-rata skala usaha (ekor/orang) 4.795 4.791 0,08

Sumber: Kabupaten Subang Dalam Angka (2014).

Tabel 2. Kelembagaan Tani-Ternak Di Kabupaten Subang Tahun 2013

No. KOMODITI KLASIFIKASI KELOMPOK JUMLAH
BD Pemula Lanjut Madya Utama
1. Sapi Perah 1 6 1 8
2. Sapi Potong 145 46 10 201
3. Kerbau 2 1 1 4
4. Domba 295 83 3 381
5. Kambing 3 2 5
6. Ayam Buras 11 1 12
7. Ayam Ras 7 5 5 17
8. Itik 39 17 5 61
9. Puyuh 2 2
10. Burung Hias 2 2
  JUMLAH 506 155 31 1 693

Sumber: Dinas Peternakan Kabupaten Subang (2014).

 Tabel 3. Pencapaian Produksi Ternak di Kabupaten Subang Tahun 2011-2012 (kg)

No JENIS

PRODUKSI

REALISASI TARGET 2012 R/T  (%) r (%)
2011 2012
1. PROD. DAGING 38.284.831 39.007.824 33.392.800 116,82 1,89
-Sapi 2.274.867 2.396.787 1.451.142 165,17 5,36
-Kerbau 51.791 17.149 28.305 60,59 66,89
-Kambing 81.650 153.441 55.488 276,53 87,93
-Domba 1.259.859 1.051.302 1.212.643 86,70 16,55
-Ayam Buras 957.952 967.237 611.047 158,29 0,97
-Ayam Ras 33.329.814 334.083.723 29.811.806 114,33 2,26
-Itik 328.898 338.184 222.369 152,08 2,82
2. PROD.TELUR 4.398.875 4.706.930 4.859.200 96,87 7,00
-Ayam Buras 634.658 640.810 694.642 92,25 0,97
-Ayam Ras 330.898 535.871 60.278 889,00 61,94
-Itik 3.433.319 3.530.248 4.104.280 86,01 2,82
3. PROD. SUSU 2.544.538 2.512.784 2.776.300 90,51 1,25

Sumber: Dinas Peternakan Kabupaten Subang (2012), diolah.

*Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Poultry Indonesia, Edisi Januari 2015

Iklan

Tentang febroni

Jurnalis
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

13 Balasan ke Semangat Menjadikan Subang Kota Telur

  1. djoko berkata:

    Bisa minta alamatnya Pa Abdul Rozak, Bu Sukma dan Mas Arif ?

    Nama saya Djoko berniat menjadi agen penjual telur di perum kota permata, purwakarta

    Suka

  2. Savant berkata:

    hallo,
    bulan depan saya berencana ke subang untuk survey/mencari supplier produk2 hasil peternakan dan pertanian (organik).
    boleh minta info/rekomendasi daerah (desa/kecamatan) yg sebaiknya saya kunjungi untuk kegiatan survey tersebut?

    terima kasih

    salam

    Suka

  3. Anonim berkata:

    Hallo,,saya lg berencana jd penjual telor untuk disuplai ke agen2…minta nmr para ternaknya donk wilayah subang…terima kasih,,salam

    Suka

  4. shodiq berkata:

    Pak maaf klo saya mau jdi agen telur dr bpk rozak bisa g.

    Suka

  5. wawan berkata:

    Aku pengen blajar ternak jga tpi caranya gimana

    Suka

  6. Anonim berkata:

    Mas klu q jadi agen di daerah losari bisa gk..?

    Suka

  7. Dessy Marsita berkata:

    Selamat malam mas febroni, mf sy tlp td nonya tidak aktif.. perkenalkan saya dessy dari mundakjaya cikedung indramayu, saya berniat belajar ternak ayam petelur.. jika boleh saya ingin ke tempat bapak, boleh minta alamatnya.. jika boleh tolong hubungi saya di wa. 085352041900 terimakasih. Mohon bantuannya..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s